[FR][Karimun Jawa][13-17 Juni 2014]: Travelling with friends I have never met before

Ini adalah pertama kalinya kami menginjakkan kaki di Pulau yang indah nan eksotis bernama Karimun Jawa.

Ya, berawal dari ajakan teman kami Riza di Kaskus yang berlanjut via Whatsapp, akhirnya terkumpul 11 teman yang ikut dalam perjalanan ini, mereka ialah : Riza(Yogyakarta),  Dani(Yogyakarta), Ulva(Yogyakarta), Agung(Yogyakarta, Johny(Yogyakarta), Adit(Yogyakarta), Adi si TS(Yogyakarta), Aria(Bekasi), Robi(Bandung), Shinta(Bandung), Dian(Jakarta). Dan petualanganpun dimulai..

Day 1

“The world is a book and those who do not travel read only one page.”

-Agustine of Hippo

Hari Jumat kami berangkat dari kota masing-masing menuju Pelabuhan Jepara. Kami yang berasal dari Jogja berangkat pukul 08.00 pagi menggunakan Bus Ramayana tujuan Semarang dengan tiket seharga Rp 40.000 . Sesampainya di Terminal Terboyo kami menyempatkan diri untuk menunaikan Sholat Jum’at dahulu dan menunggu teman kami Aria yang dari Bekasi untuk naik bis bareng ke Jepara. Oh ya, Bus tujuan Jepara menggunakan Bus kecil dengan tarif Rp15.000.


*Terminal bus Terboyo, Semarang..


*Bus kecil jurusan Semarang-Jepara..

Perjalanan dari Semarang ke Terminal Jepara memakan waktu sekitar 2,5-3jam karena ada perbaikan ruas jalan. Sesampainya di Terminal Jepara kami beristirahat di Mushola terdekat dan menunaikan Sholat Ashar.


*Terminal jepara..

Kami melanjutkan perjalanan dari Terminal Jepara ke Pelabuhan Jepara menggunakan becak dengan ongkos Rp 20.000 per becak, dan dibagi 2 orang, ada insiden lucu dimana becak teman kami (Johny dan Dani) oleng dan terbalik karena menabrak gundukan pasir. Sesampainya di Pelabuhan Jepara waktu masih menunjukkan pukul 19.00 malam sedangkan kapal akan berangkat keesokan harinya pada pukul 08.00 pagi, sehingga kami menginap semalam di warung pelabuhan bersama dengan rombongan lainya.


*Suasana di warung, ada yang maen kartu, ada yang nonton Piala dunia

Malam semakin larut, beberapa dari kami telah tertidur dan ditemani oleh rintikan hujan dan gigitan nyamuk yang begitu bandelnya, dan beberapa teman rombongan lainya masih terjaga sambil menonton siaran Piala Dunia melalui televisi yang ada di sudut warung. Akhirnya teman kami Dian tiba juga di Pelabuhan Jepara dan langsung berkumpul dengan kami.

Day 2
“Certainly, travel is more than the seeing of sights; it is a change that goes on, deep and permanent, in the ideas of living.”
-Mary Ritter Beard

Mentari pagi telah menyapa kami dengan sinarnya yang hangat. Suasana di

pelabuhan mulai ramai oleh aktivitas masyarakat dan wisatawan. Riza yang sejak pagi tadi telah mengantri tiket kapal untuk kami lalu datang dan membagikan tiket satu per satu kepada kami.


*Jalan menuju dermaga Jepara..

Namun ada yang ketinggalan, teman kami Roby dan Shinta belum juga datang, padahal pukul 08.00 kapal sudah berangkat, kami pun berusaha menghubungi mereka, dan ternyata perjalanan mereka ke Jepara masih jauh, alhasil mereka ketinggalan kapal.

 


*Orang-orang mulai mengangkut barang ke dalam kapal.. 


*si Aria udah sibuk jepret-jeptret begitu naik kapal. 

Tidak ada yang banyak diceritain selama perjalanan naik kapal, sejauh mata memandang hanya melihat lautan dan awan, beberapa orang juga tampak tidur walaupun panas Matahari saat itu menyengat

Setelah menempuh perjalanan lebih dari 4 jam, Kepulauan Karimun Jawa akhirnya mulai tampak, “Sungguh Indah..”  adalah kalimat yang terucap dalam benak saya.. Air lautnya sangat jernih, dan saya pun tidak sabar untuk memulai petualangan untuk esok hari.

 


*Kepulauan Karimun Jawa dari atas kapal ferry..


*Sesaat ketika kapal berlabuh di Pelabuhan Karimun Jawa

Setelah turun dari kapal, kita foto-foto dulu di gerbang lalu bergegas ke Homestay dengan menggunakan mobil carteran.

Disini tarif sewa kamar nya murah, hanya Rp 75.000 per kamar, dan itupun dibagi 3 orang @Rp 25.000, sehingga untuk 3 hari kami hanya mengeluarkan Rp 75.000 untuk akomodasi, cukup murah. Setelah beristirahat dan meletakkan perbekalan, saya lalu menuju dermaga dan sekalian mencari makan siang.

Oh ya, kami berusaha menghubungi teman kami si Roby dan Shinta yang dari Bandung, katanya mereka sudah dalam perjalanan namun menggunakan Kapal Patroli, duh semoga tidak kenapa-kenapa dengan mereka.

 

Hingga sore haripun kami masih di dermaga untuk melihat sunset dan sekedar melihat kegiatan warga setempat di sekitar dermaga.

Hari mulai petang dan kami kembali ke Homestay, perjalanan kami ke Homestay melewati alun-alun Karimun Jawa. Karena malam ini adalah Malam Minggu maka suasana pun ramai oleh wisatawan dan warga setempat. Aneka kuliner dan Penjual oleh oleh memadati sepanjang jalan di Alun-alun. Saya pun keliling untuk melihat apa saja yang dijual oleh pedagang-pedagang disini. Mulai dari masakan Seafood seperti Cumi-Cumi, Kepiting, Ikan, dan oleh-oleh seperti Kaos, dan kerajinan kayu.

 

Setelah makan malam dan membeli kerajinan tangan berupa gelang, kami pun kembali ke Homestay. Jeng-jeng !! Sesampainya di Homestay kami mulai khawatir karena si Roby dan Shinta belum juga datang, padahal mereka sudah dalam perjalanan sejak siang tadi, dan mereka pun susah dihubungi karena kesulitan sinyal, Riza yang secara intens menghubungi mereka pun juga bingung. Namun kami tetap berpikir positif.

Teman-teman yang lain tengah asik bermain kartu di depan teras. Karena saya tidak bisa main kartu, saya lebih memilih tidur awal supaya keesokan harinya lebih fit untuk tour kapal.

Dan ketika saya terbangun tengah malam, saya bertanya kepada si Aria, apakah Roby dan Shinta udah dateng ? Dan untungnya mereka udah di Homestay dengan selamat, langsung saya menuju ruang tamu dan mendapati mereka. Mereka bercerita bahwa jadinya mereka naik kapal nelayan dengan membayar Rp 175.000 per orang dengan total 40 orang yang ikut naik ke kapal itu. Buset 40 orang dengan menggunakan perahu Nelayan dan menempuh waktu perjalanan yang hampir 8 jam !! (Mereka tidak jadi menggunakan kapal Patroli dengan berbagai alasan dan alibi si penyedia jasa). Selama perjalanan itu pun ada beberapa penumpang yang ketakutan karena ombak yang besar dan kapal yang terlalu kecil untuk 40 orang, namun tidak ada pilihan karena sudah terlanjur berada di tengah laut. Duh ga kebayang kalau misalnya hujan badai. Untungnya saat itu cuaca cerah.

Day 3

Adventure may hurt you but monotony will kill you.
-Anonymous

Keesokan harinya saya bangun pukul 04.30, dan ketika keluar rumah, di seberang jalan telah ramai kerumunan orang. Ketika saya mendekat ternyata mereka tengah asyik menonton Piala Dunia. Ya, fenomena yang mungkin sudah langka di perkotaan dimana warga sekampung masih kompak menonton televisi bareng.

 

Setelah mandi dan sarapan pagi, kami bersiap-siap untuk Tour kapal yang akan berangkat pada pukul 08.00


*Narsis dulu gan sebelum berangkat :ngakaks , foto yang dibawah itu guide nya, ketua bajak laut paling depan. 😀

Sesampainya di dermaga ternyata para wisatawan telah memadati dermaga dan bersiap untuk berangkat. Terlihat beberapa kapal bermotor telah penuh oleh para wisatawan.


*Suasana di dermaga..

Yap, setelah semuanya siap, berangkat !

Cuaca saat itu sedikit mendung dan sedikit gerimis. Tujuan pertama kami adalah Snorkling di dekat Pulau Menjangan Kecil..

Beberapa kapal wisatawan rupanya sudah sampai di area Snorkling rupanya 😀 udah ga sabar kepengin nyebur nih, walaupun saya sendiri ga bisa berenang, hahahaha.


*Dan kamipun juga bersiap-siap untuk nyeburrr

 Untuk yang bertanya-tanya, lho mana foto snorkling di underwater nya ?? Itu yang jadi masalah gan, karena kata guide nya foto-foto tersebut ke reset, haduh jadi foto dokumentasi nya pada hilang, untungnya si Johny waktu itu bawa case underwater buat Smartphone, jadi kami tetap memiliki video-video underwater.

Setelah snorkling selesai kita melanjutkan pelayaran ke Pantai Batu Topeng. Perjalanan kurang lebih menempuh waktu setengah jam dari lokasi snorkling tadi(Menjangan Kecil). Sepanjang perjalanan kami bisa melihat dasar laut yang dangkal dan airnya yang bening, terdapat banyak terumbu karang yang masih alami di sini.


*Adit sebelah kiri, dan Dani sebelah kanan, sedangkan yang depan itu temenya guide..


*Melihat lebih dekat.. Airnya bening dan banyak terumbu karangnya..

Akhirnya kita sampai juga di Pantai yang bernama Batu Topeng. Saya pun bertanya kenapa bisa disebut Batu Topeng, dan kata guide nya apabila Pantai ini dilihat dari atas maka akan menyerupai Topeng


*Kapal kami yang paling depan..


*Pantai Batu Topeng

Pantai Batu Topeng ini pasirnya putih dan lembut, serta terdapat banyak pohon kelapa di tepi pantai sehingga menambah kesan asri dan nyaman. Air laut nya juga bening serta ombak nya yang kecil dan lautnya dangkal sampai jauh ke depan sehingga cocok untuk bermain air terutama untuk anak-anak sekalipun. Di sini juga terdapat beberapa warung kecil milik warga setempat yang menjajakan minuman, gorengan, dan mie rebus..

 Awan mulai mendung, kayaknya bentar lagi mau hujan.. dan benar saja, hujan mulai turun rintik-rintik, kami dan wisatawan lainya berteduh di warung-warung sekitar dan ngopi-ngopi sambil menunggu hujan reda.


*Menikmati secangkir kopi di tepi pantai setelah hujan itu TOP banget !!

Hujan pun mulai reda, kami melanjutkan main-main air lagi sambil bernarsis ria, sementara sang kapten bajak laut sedang mencari ikan untuk makan siang nanti.. Hmm kedengaran nya enak nih, bakar-bakaran di tepi pantai, lazis !

Teng-teng, saatnya makan siang, sang kapten memanggil kami, dan kami pun langsung menyerbu ke tempat dimana bakar-bakaran berada..

 

Ikan nya banyak banget , tapi ternyata itu ikannya dibagi untuk semua kelompok yang saat itu ada di Pantai Batu Topeng, saya kira buat kita doang.

Selesai makan langit mulai mendung parah, dan ternyata hujan lebat sodara-sodara.. Kita berteduh di warung lagi, dan kali ini harus dempet-dempetan karena banyaknya wisatawan dan bocor-bocoor dimana-mana.

Setengah jam sudah kami menunggu, dan hujan tak kunjung reda, si kapten pun mengajak kami melanjutkan pelayaran karena menurut beliau hujan ini akan awet. Kami yang basah kuyup karena main di pantai plus kehujanan pun merasa sangat kedinginan dan menggigil. Ketika kapten menanyakan tujuan, apakah kita ingin lanjut snorkling di spot lain atau menuju ke penangkaran hiu, akhirnya kami sepakat untuk ke penangkaran hiu saja mengingat cuaca tidak kondusif dan mengantisipasi agar kita tidak sakit nantinya.

Sesampainya di lokasi Penangkaran Hiu ternyata sudah ramai dengan rombongan kapal lain, meskipun hujan masih turun namun tidak menyurutkan antusias kami untuk melihat apa saja yang menarik di tempat ini. Di tepi kolam hiu pun ramai wisatawan, dan setelah saya mendekat dan melihat ternyata ikan hiu nya lagi digodain sama pawang hiu nya dengan menggunakan kail yang dikasih umpan ikan kecil supaya hiu nya pada ndeket.   Dan pawang lain nya berusaha menangkap hiu itu untuk diajak foto bareng wisatawan dan dipegang-pegang.

Saya ada keinginan untuk nyemplung kedalam kolam itu, karena saya berpikir, jauh-jauh ke Karimun Jawa itu rasanya kurang lengkap kalau nggak nikmatin sensasi nya nyemplung di Kolam Hiu. Dan…. ternyata ada juga yang nyemplung,, mas-mas sendirian. Saya pun juga tertarik dan mengajak teman-teman. Akhirnya fix terkumpul 3 orang yaitu Johny, Danny, dan saya sendiri.


*Expresinya kaga nahan dah

Setelah nyemplung pun kami masih takut, mungkin gara-gara sugesti dari mas nya tadi yang nyemplung karena dia ketakutan juga, jadinya kita kebawa-bawa . Sama guide kami malah disuruh jalan ketengah-tengah, nyuruh bangunin hiu-hiu yang lagi pada tidur . Tuh kan bener, hiu nya pada bangun semua, n muterin kita mulu kayak di kartun-kartun , si guide nya malah ngambil kail yang ada umpan ikan kecil nya tadi, dan memancing perhatian hiu-hiu, dan akhirnya hiu-hiu tersebut ga mau pergi dari kami

Sukses maen-maen di kolam hiu, kita lanjut maen ke kolam bintang laut. Ini juga ga kalah seru karena semua orang bisa maen bareng dan ikut foto-foto, terutama buat cewek-cewek yang pada takut nyemplung kolam hiu tadi .


*binatang laut disini macam-macam yaitu : ikan buntal, ikan pari, bintang laut, kura-kura, dll…

Selesai main-main di area Penangkaran Hiu, kita lalu pulang ke Homestay. Tidak banyak yang bisa diceritakan dalam perjalanan pulang. Yah kami merasa kurang puas karena ini hanya separuh tour kami dikarenakan cuaca yang buruk.

Day 4
“Travel is the ultimate Inspiration”
-Anonymous

Pagi ini kami(Aria,Johny, dan saya sendiri) jalan-jalan pagi untuk sekedar melihat aktivitas warga setempat. Karena tidak tahu arah dan tujuan, kami memutuskan ke arah bukit Jaka Tua. Sepanjang perjalanan banyak anak-anak SD yang akan pergi ke sekolah dengan mengendarai sepeda. Mereka ternyata suka difoto lho, dan TS berhasil mengabadikan salah satu anak yang narsis waktu difoto


*Peaceee

Sekolah dari SD,SMP, hingga SMA ini ternyata dalam satu komplek dan sederet. Dan di deretan sekolah ini terdapat kapel tua yang tampak tidak terawat. Disana terdapat 2 anjing penjaga yang tampak tidak terurus. Ketika kami datang pun anjing-anjing tersebut berlarian mendekati kami. Kami awalnya takut karena anjing ini begitu agresif sambil melompat-lompat kepada kami dan mengibas-ngibaskan ekornya. Beberapa anak SD lainya juga menggoda anjing tersebut sehingga mereka dikejar-kejar .

Perjalanan kami lanjutkan menuju Bukit Jaka Tua… Kami adalah pengunjung pertama hari ini. Dengan membayar retribusi Rp 5.000 per orang, kami memasuki area Bukit Jaka Tua yang hanya berjarak beberapa ratus meter saja untuk mencapai puncaknya. Di bukit Jaka Tua ini juga terdapat Taman Bunga nya. Dan kita bisa memandang Kepulauan Karimun Jawa dari atas sini. Pemandangan pagi yang sungguh indah


*cuma menggunakan camera seadanya, tapi pemandangan aslinya jauh lebih Indah…

Setelah puas melihat pemandangan di Taman Bunga ini kami lalu turun dan kembali ke homestay.. Kami lalu sarapan pagi bersama teman-teman yang lain..

Oh ya.. selama makan di Karimun Jawa saya lebih sering makan di Warung Bu Esther, lokasinya berada di dekat Alun-alun dan dermaga nelayan. Saya memilih warung ini menjadi tempat favorit karena tempatnya nyaman dan viewnya langsung menghadap ke laut, dan yang terpenting adalah harganya yang tergolong murah dan pas di kantong Backpacker.. Nasi sayur dan gorengan cukup Rp 6.000 . Mungkin warung ini adalah tempat favorit para nelayan karena harganya yang murah.

Di sini kami juga membahas tentang kegiatan untuk hari ini, karena memang tidak ada rencana yang disiapkan sebelumnya.. Shinta, Johny, dan saya sendiri sebenarnya masih ingin Tour Laut karena kemarin saya rasa masih kurang, tetapi mengingat hari sudah siang dan tidak semuanya bisa ikut akhirnya kami urungkan niat kami dan memutuskan untuk menyewa sepeda saja untuk keliling pulau..

Beberapa kegiatan warga sempat saya abadikan, diantaranya seorang bapak-bapak yang sedang membuat perahu, dan sebuah perahu nelayan yang baru saja selesai melaut.. Untuk pembuatan sebuah kapal motor yang biasa digunakan untuk tour wisatawan ternyata biayanya cukup mahal yaitu berkisar 50juta keatas dan bahan baku kayu nya di impor langsung dari Jepara yang merupakan sentra kayu..


*Proses pembuatan kapal oleh warga setempat..
 


*Perahu nelayan seusai melaut..

Setibanya kami di lokasi penyewaan sepeda ternyata stok sepeda waktu itu sedang kosong.. Alternatif lain adalah dengan menyewa sepeda motor dengan tarif Rp70.000 seharian sampai batas maksimal jam 9 malam.. Kami menyewa 3 unit sepeda motor karena 1 nya lagi telah dipinjami oleh pemilik homestay.. Setiap motor ditumpangi oleh 3 orang, sedangkan saya dan Johny cuma berdua naik matic karena sama-sama yang bobotnya paling berat.


*isi bensin dulu langsung capcus berangkat oya untuk harga bensin per-liter disini adalah Rp 9.000

Tujuan kami kali ini adalah pantai”Ujung Gelam”.. Kami memilih destinasi tersebut karena menurut warga setempat, pantai ini bagus.. Berbekal arahan dari warga kami akhirnya berangkat !!


*hotel Apung dari kejauhan..

Perjalanan ke Pantai Ujung Gelam akan melewati hotel apung dan PLTD(Pembangkit Listrik Tenaga Diesel). Pulau Karimun Jawa masih mengandalkan listrik dari tenaga Diesel yang bahan bakar nya dari solar. Oleh karena itu tarif listrik nya disini mahal dan listrik baru akan mulai nyala dari jam 6 sore dan kembali padam pada keesokan harinya jam 6 pagi..

Sudah menempuh jarak yang lumayan jauh tapi feeling saya mengatakan kalau kami udah “kebablasan” dari lokasi pantai, akhirnya saya mencari warga sekitar dan menanyakan lokasi pantai.. Dan benar saja kalau kita udah melewati pantai tersebut . Akhirnya kita putar balik..


*foto2 dulu ama adik2 kecil disini..

Lanjut perjalanan akhirnya kita mencapai pantai pertama, terlihat kecil dan sepi hanya ada kami disini, dan tidak ada namanya.. Kami foto2 sebentar disini dan melanjutkan perjalanan

Penjelajahan dilanjut dan kami melihat ada plang petunjuk yang tertuliskan “Pantai Batu Topeng” Jyahhh,, pantai yang kemarin kita kunjungi naek kapal motor ternyata cuma deket dan bisa ditempuh pake motor pula . Karena kita kemarin udah kesini, kita tetep lanjut ke tujuan semula..

Akhirnya sampe juga di Pantai Ujung Gelam, kesan pertama.. “CAKEP!!” pantai nya luass dan lebih bersih dari Pantai Batu Topeng !


*no edited, bening adanya 😀


*Narsis dulu gan, akwawkkawawkaw

Disini juga ramai oleh wisatawan sama seperti di Pantai Batu Topeng, ada juga yang bermain Voli Pantai dan sepak bola. Kami menghabiskan waktu seharian disini, si Johny, Roby, Shinta, Dian, Aria, dan Danny betah bener main air seharian, sedangkan lainya termasuk saya memilih tiduran dibawah pohon karena panas matahari yang menyengat dan saya sendiri sudah bosan main air

Waktu sudah menunjukkan pukul 16.30 sore.. Saatnya kami pulang dan melanjutkan tujuan berikutnya yaitu melihat Sunset dari Puncak bukit Jaka Tua. Perjalanan menuju Bukit Jaka Tua adalah searah dengan jalan pulang, dan hanya menempuh waktu 30 menit.

 

Di puncak bukit Jaka Tua ini terdapat Kerangka Paus dan Tasbih Raksasa. Saya membayangkan gimana caranya kerangka dan tasbih yang terbuat dari bongkahan batu tersebut bisa sampai ke atas puncak ya ..

Setelah matahari terbenam kami lalu pulang ke homestay dan beristirahat..

Malam harinya kami melanjutkan sesi acara dengan mencari oleh-oleh.. Di dekat homestay kami terdapat toko oleh-oleh yang berjejer dan menjual berbagai kerajinan, diantaranya tongkat, keris, batu akik, kalung gelang serta menjual kaos bernuansa Karimun Jawa.. Si Aria sibuk melihat-lihat jam pasir, sedangkan si Dian beli Keris buat ayahnya, si Johny borong kaos sama ikan asin , si Dani beli gelang, sedangkan saya cuma beli satu kaos

 

 Setelah borong oleh-oleh kami makan malam di alun-alun, menu makan malam kali ini adalah seafood, kami memilih ikan, cumi-cumi lalu menunggu di lesehan yang telah disediakan. Ada yang bikin saya dan beberapa teman jengkel disini karena kami menunggu pesanan kami sekitar 1 jam !! Sedangkan beberapa warung lainnya sudah mulai tutup dan mengemasi barang dagangan mereka, namun pesanan kami belum juga selesai.. .. Setelah menyantap pesanan kami walaupun rasanya biasa saja dan porsi nya dikit, kami lalu kembali ke homestay karena keesokan harinya kami akan pulang ke rumah masing-masing..

Day 5
“It’s time to say goodbye, but I think goodbyes are sad and I’d much rather say hello. Hello to a new adventure..”
-Anonymous

Pukul 03.00 pagi kami telah bangun dan bersiap-siap untuk berangkat menuju pelabuhan karena mobil carteran akan datang pada jam 4 pagi.. Kami mulai cemas karena tidak ada kejelasan yang pasti dengan foto-foto dokumentasi ketika kami snorkling kemarin.. Pihak guide susah untuk dihubungi dan bertele-tele.. Kami berharap supaya nanti dapat kepastian sebelum kami meninggalkan Pulau Karimun Jawa..

Mobil carteran akhirnya datang pada pukul 04.30 pagi, telat setengah jam dari yang dijadwalkan.. Kami lalu bergegas naik ke mobil dan menuju ke pelabuhan.. Sesampainya di pelabuhan si sopir menyerahkan SD Card dan ia mengatakan kalau foto-foto dokumentasi telah di copy ke SD card tersebut, dan kami diminta membayar Rp 20.000 untuk SD card nya..

 

Setelah menunjukkan tiket kepada petugas, kami lalu bergegas masuk ke dalam kapal.. Cuaca pagi ini mendung dan anginnya kencang dan kapal tujuan pulang ini lebih sesak penumpang dibandingkan dengan arus keberangkatan kemarin.. Kami kesulitan mencari tempat duduk sehingga terpaksa kita berpencar.. Saya dan Adit memilih di lambung kapal dan duduk dekat dengan jendela


*Suasana di lambung kapal..

Perjalanan pulang dengan Kapal Ferry ini adalah kebalikan dari kemarin waktu berangkat bagi saya dan Adit.. Kalau kemarin kepanasan, sekarang kehujanan.. Kami yang duduk dekat dengan jendela jadi terkena cipratan hujan dan air hujan yang masuk melalui jendela membuat lantai kami becek, dan kami jongkok hampir setengah jam ..

4 jam-an kita mengarungi lautan dan akhirnya tiba juga di pelabuhan Jepara.. Saya merasa lega karena akhirnya kembali ke Pulau Jawa dengan selamat karena pelayaran tadi dalam cuaca yang buruk .. Kami lalu menaiki mobil pick up carteran untuk menuju ke Terminal Jepara..

Sesampainya di Terminal Jepara kami harus berpisah dari Adit karena ia akan pulang kampung menuju Banten dan naik bus langsung dari Jepara.. Ada kejadian seru disini karena ketika semua teman telah naik ke dalam bus, Suami Ulva yang tadinya ngambil uang di ATM tak kunjung datang, si supir yang terburu-buru akhirnya tancap gas, Ulva yang panik dari luar bus pun meminta si kernet bus untuk menunggu namun tidak mau, dan akhirnya saya dan Riza loncat dari bus dan menemani Ulva yang menunggu suaminya.. Setelah mas Agung (suami Ulva) datang, kami lalu melanjutkan perjalanan dengan bus kecil jurusan Terminal Terboyo, semarang.. Sesampainya di terminal kami lalu berpisah karena kami akan kembali ke kota masing-masing.

Advertisements

One thought on “[FR][Karimun Jawa][13-17 Juni 2014]: Travelling with friends I have never met before

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s