[Part 2] Sumbawa Odyssey – 5 islands – over 2100km

Hoho… ini pertama kalinya saya Typhoon melintasi pulau setelah selama ini ia hanya berputar-putar saja dalam perkotaan. Terima kasih sudah membawa saya sampai sejauh ini !! Terima kasih Tuhan !!

[Part 1] Sumbawa Odyssey – 5 islands – over 2100km

Yupp !! Ini pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Pulau Bali !!

Sesampainya di persimpangan jalan, saya memilih kearah Singaraja karena Gibran dan Mas Bondan telah menanti kami di Bedugul.

Pilihan rute kearah Singaraja sepertinya sangat tepat sekali untuk first experience at Bali. Sepanjang jalan kami disuguhi oleh pemandangan desa dengan nuansa Bali yang kental sekali.

Segera yang bisa saya tangkap ketika berada disini adalah.. Orang-orang Bali ternyata ramah-ramah ! Bahkan ketika kami mampir untuk makan siang di desa kearah Singaraja, mereka sekeluarga dengan ramah mengobrol dengan kami dan menawarkan masakan khas tanpa dipungut biaya (tapi ya kami bayar). Diiringi oleh lantunan musik khas Bali, kami makan dengan lahap di sebuah pondok kecil di samping warung..

Sekarang saya mengerti kenapa Bali menjadi tujuan favorit para biker untuk touring. Perjalanan saya dari pelabuhan Gilimanuk hingga Bedugul sudah cukup menjawab pertanyaan tersebut. Bahwa..

Pemandangan alam yang selaras dengan kearifan budaya lokal yang masih dipegang teguh menjadikan pengalaman berkendara di Bali adalah hal yang tak terlupakan. Setidaknya untuk saya hingga saat ini…

 

Day 3 (20 Oktober 2015)

Hari baru, tempat baru, semangat baru. Selagi yang lain masih tidur,  saya mengambil kamera DSLR lalu berkeliling di sekitar penginapan untuk mencari udara segar. Tujuan saya adalah Danau Beratan.

Karena ini hari Senin dan masih pagi sekali maka hanya saya saja yang menjadi pengunjungnya. Lagi-lagi ini adalah timing yang pas !

DSC_0114-02

DSC_0109-02

Oh ya, kebetulan sekali karena ada masyarakat Bali yang berduyun-duyun datang kesini untuk sembahyang. Setelah saya bertanya-tanya dengan warga sekitar ternyata upacara ini adalah hal yang biasa, biasa dalam artian bukan upacara besar.

Siangnya kami checkout dari penginapan, lalu melanjutkan perjalanan ke hotspring Angseri. Hawa dingin Bedugul membuat kami ingin mencari tempat yang anget-anget rupanya. Solusinya.. berendam di air panas sepertinya menjadi pilihan yang tepat !

Lagi-lagi kami mendapat timing yang pas. Satu kolam hanya untuk kami berempat. Entah kami sedang beruntung atau memang dasarnya orang-orang malas berendam di siang bolong dengan cuaca yang panas (karena sudah bukan termasuk daerah pegunungan lagi). Baiklah, dinikmati saja..

Badan menjadi lumayan fresh untuk melanjutkan perjalanan ke Denpasar dan bertemu temennya Gibran. Sudah bisa ditebak kalau disini sambutan hangatnya adalah arak Bali ! Tapi yang ini rasanya enak sekali, saya tidak berani meminum lebih dari 1 gelas kecil karena perjalanan masih jauh. Masa belum apa-apa sudah mabok ? Konyolnya justru teman saya, Agil. Ia terlalu banyak minum sehingga wajahnya jadi merah, duh !

Akhirnya kami tiba di pelabuhan Padangbai pada pukul 09.00 malam sedangkan penyeberangan akan kami mulai pada 3 jam berikutnya. Kami memilih menyeberang pada malam hari karena menurut Gibran ombak dimalam hari akan lebih tenang bila dibandingkan siang hari.

Ada pemandangan yang menyentuh hati ketika kami mengantri kapal. Sebuah sepeda mini baru terikat diatas sebuah truk lintas pulau. Betapa hebatnya perjuangan sang ayah untuk buah hatinya. Seketika saya langsung teringat orang tua saya di rumah….

Ternyata benar kata Gibran. Ombak tenang begitu diatas kapal. Bahkan saya dapat tidur dengan pulas beralaskan matras selama 5 jam penyeberangan.

 

Day 4 (21 Oktober 2015)

Ini dia Lombok !! Kami tiba di Pulau Lombok ketika hari sudah pagi dan perjalanan di atas motor berlangsung dengan syahdunya…

Saya merasa arus lalu lintas di Lombok ini berbeda bila dibandingkan dengan pulau Jawa. Entah hanya perasaan saya saja atau gimana, orang-orang memacu motor mereka sangat lambat, kira-kira hanya 40km perjam. Begitu santainya, tertib tanpa serobot-serobot.

Namun sayang kami harus mengebut perjalanan ini ke Sumbawa sehingga kami tidak sempat untuk mengeksplorasi Lombok. Kami berpisah dengan Mas Bondan di kota Lombok karena ia ada urusan.

Lanjut perjalanan hingga kami sampai di Pelabuhan Kayangan dan bersiap menyeberang ke Pulau Sumbawa..

Sumbawa…….. Here we goooo !!!!

Oh… antri kapalnya lumayan lama, dan Typhoon adalah quota motor terakhir sebelum kapal berangkat. Terima kasih pak !

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s