Pasang dan review karburator PWK28 original kawasaki KX85 di Yamaha Byson

Dus ori PWK28 original Kawasaki KX85, jangan percaya ori kawasaki kalau dusnya bukan yang ini !!

Permasalahan yang saya rasa paling umum dijumpai pada motor Byson adalah terletak pada karburatornya. Maklum karena Yamaha Byson menggunakan karburator jenis vakum. Sedangkan karburator vakum itu lebih sensitif dari karburator skep pada umumnya karena anda harus menjaga skep dan karet vakum agar selalu dalam kondisi baik (skep tidak baret dan karet vakum tidak melar, kaku, apalagi sobek).

Kalau sudah mengalami kerusakan salah satu komponen tersebut, dijamin si Byson akan ndut-ndutan sering mati mesinnya dan tarikan bakal nggak karuan. Kalau misal beli part penggantinya harganya juga lumayan lagipula nanti juga akan mengalami issue seperti itu lagi. Jadi daripada ganti part, mending ganti karbunya sekalian dengan karbu skep yang naik turunnya skep diatur oleh bukaan gas supaya lebih bandel daya tahannya dan juga supaya motor lebih responsif gesit.

Beberapa pilihan karburator sudah masuk dalam list saya, diantaranya karbu pe28 , karbu ori rx king, dan pwk28. Untuk karbu pe28 yang jadi kendala adalah banyaknya versi di pasaran sehingga saya sulit membedakan yang mana yang ori. Sedangkan karburator RX King sebenarnya bisa dibeli di dealer Yamaha dan dijamin ori dengan harga 600ribuan. Ketika saya hendak meminang karbu RX-King, kebetulan sekali teman saya dari Byson On Kaskus (BOSS) yaitu om Kemz menawarkan saya Karbu PWK28 original Kawasaki Japan untuk Kawasaki KX85 !!

kawasaki-kx85-8

Kawasaki KX85

Hati langsung dag dig dug untuk segera menebusnya. Karbu ini ia tawarkan seharga Rp800.000,00 lengkap dengan berbagai ukuran spuyernya dan filter KTC !! Sebagai info, karbu pwk28 Kawasaki ini harga barunya masih di sekitar 1.4 jutaan dan bekasnya masih 1 jutaan dengan kondisi bagus. Iseng saya nego ternyata masih bisa turun lagi dengan harga Rp700.000,00 kondisi masih terawat include ongkir Depok – Jogja. Wes markotob tenan, pas bejo ini namanya !!

IMG_20170305_054152144-600x337

resepnya…

Selanjutnya saya tinggal menyiapkan kabel gas dan manipol pendek beserta karet intakenya. Saya menggunakan kabel gas milik scorpio karena bawaan Byson masih kurang panjang. Saya tinggal mengganti kabelnya saja dan selangnya masih bisa pakai yang bawaan Byson. Sedangkan manipol saya ganti dengan yang lebih pendek agar suplai bbm lebih cepat sampai ke dalam ruang mesin, selain itu agar memiliki space untuk memasang filter jamur KTC tadi.

Urusan instalasi saya serahkan pada WD motor garage yang berlokasi di Wates sekalian Sunmori hehehehe. Dateng terlalu pagi dan disambut oleh mas Yusuf selaku mekanik di bengkel WD garage.

IMG_20170305_082034488-800x449

Proses instalasi berjalan lancar dan bisa dibilang PnP brosist. Selanjutnya tinggal setting pilot jet dan main jet. Untuk hal yang satu ini ngga bisa instant karena butuh riset berkendara hingga menemui stelan yang dirasa pas.

IMG_20170305_141508144_HDR-800x449

Mas Aziz, owner WD Garage

Setelah beberapa hari saya mencoba mengganti pilot jet dan main jet akhirnya ketemu juga settingan yang paling pas di pj 35 dan mj 105 dengan engine full standart. Ealah ternyata pj mj nya pasnya emang segitu, sama kayak bawaan dari Om Kemz. Hahahaa gapapa namanya juga belajar. Dari sini juga akhirnya saya bisa setting sendiri dan bongkar karbu sendiri. asikkkk.

IMG_20170318_105754479-800x449

Reviewnya gimana terus ??

Tarikan jadi terasa responsif sekali, akselerasi meningkat dan nafas semakin panjang. Putaran bawah-menengah-atas sama enaknya. Biasanya top speed cuman 97, ini 115 masih terasa enteng. Ngeri malahan…. Saya pernah test ride untuk trabasan bersama teman yang menggunakan dtracker250, dan ini Byson maunya longcat longcat terus nglewati jalan offroad nan menanjak. Sebelumnya ketika pake karbu ori malah berasa kayak sakit asma. Maklum karbu ini defaultnya memang untuk Kawasaki trail KX85, hehehehe.

Ada lagi yang seru, suara karbu ini juga galak loh… Ketika dalam status idle, suaranya berbunyi klek klek klek klek kayak motor road race. Apalagi ketika dibetot, wuihhh…

Kekurangannya ?

Mungkin cuma di konsumsi BBM kali ya. Saya hitung seliter dapetnya di rentan 30-35km saja. Tp sesuai kok sama performanya. Namun yang lebih penting adalah….. brebet ngempos dan mati mesin hilang sudah !! Ngga ada lagi acara dorong motor di perempatan wkwkwkwkw

Sekian review saya semoga berguna..

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s