Nambah kuda besi baru, Yamaha Vega ZR

IMG_6561

Sebenarnya saya sudah setahun lalu beli motor ini dari seorang teman dekat saya. Namun baru ada semangat buat bikin postingannya sekarang. Yak, motor ini adalah Vega ZR 115cc keluaran tahun 2009. Pada tahun 2017 kemarin saya membelinya sangat murah yaitu 3 jutaan, surat lengkap dan pajak jalan. Kondisi motor juga masih baik. Gimana ? Manteb to ?

Lalu apa alasan saya membeli motor bebek jadul ini ?

Pertama, harga yang ditawarkan sangat murah !

Saat itu teman saya menawarkan harga 3 jutaan, padahal harga pasaran Vega ZR pada saat itu masih bertengger di angka 5 jutaan. Tanpa pikir lama, begitu motor ditawarkan, malamnya langsung saya bayar. Lumayan buat motor operasional sehari-hari karena si byson sudah naik kubikasi jadi 200cc otomatis kurang bersahabat di kantong untuk penggunaan harian.

IMG_6929

Kedua, Vega ZR terkenal bebek bandel, irit, dan ringan dikendarai !

Hal ini saya amini, karena Vega ZR ini sebelumnya milik teman saya yang bertubuh tambun. Bayangkan motor sekecil ini menjadi motor operasionalnya. Namun ternyata sanggup lho. Padahal perawatan ala kadarnya, bahkan terbilang malas. Saat motor ini saya tebus, ternyata olinya sudah hampir habis, kira-kira hanya sisa seperempat gelas air mineral saja ! Kebayang gimana bandelnya…

Selain itu motor ini juga sangat irit. Saking iritnya, saya hampir jarang ngapelin pom bensin, hehehe. Dalam uji coba kendaraan untuk jarak jauh Jogja – Kebumen 260km+ PP, motor ini hanya menghabiskan 35ribu pertalite. Saat itu pertalite seharga 7.500 rupiah saja, dan itupun masih sisa setengah strip sampai di Jogja. Berarti 1 liternya sekitar 50-60km. Sangatlah irit !

Motor ini juga sangat ringan dikendarai, maka yang jadi andalannya adalah PWR (power weight ratio) nya. Di kendarai di kemacetan ngga bikin capek, dan enak buat selap-selip karena kecil dan ringan. Selain itu akselerasi dan topspeed juga sangat baik untuk bebek 115cc. Top speed pernah saya raih 95km/jam on speedo. Namun dengan kestabilan yang ngga karuan karena saking ringannya. Ngeri pak…

Ketiga, sparepart yang sangat mudah dan murah ditemui !

Ngga bisa dipungkiri, Yamaha memang jago urusan ketersediaan sparepart. Selain mudah, sparepart Yamaha juga terkenal murah. Saya juga kaget dengan melihat daftar harga part-part peremajaan Vega ZR ini, dari mulai rantai, saklar, piston, blok silinder dan lain-lain sangatlah murah. Pantas saja banyak yang menggunakan motor Vega ZR ini sebagai kendaraan niaga. Lha wong bikin murmer. πŸ˜€

Nah mungkin itu saja point plus yang dapat saya sampaikan. Namun yang namanya barang, pasti punya kekurangan, lalu apa saja kekurangan Vega ZR ?

IMG_6765

Pertama, suspensi yang payah !

Vega ZR ini mempunyai karakter shock depan yang terlalu keras, dan shock belakang yang terlalu empuk. Jadi kurang enak saat bermanuver, melewati tikungan, atau membawa boncengan. Saat membawa boncengan, shock belakang akan melakukan ayunan banyak sekali saking empuknya. Jalan bergelombangnya udah dilewati, tapi ayunannya ngga berhenti2, akibatnya badan jadi capek pak. πŸ˜€ Selain itu ketika melewati tikungan, shock belakang akan sangat mudah mengayun sehingga membahayakan.

Solusinya saya mengganti shock belakang dengan KYB Zeto. Dengan penggantian shock belakang ini, maka permasalahan shock yang terlalu mengayun tadi selesai sudah. Lagian shock juga tetap terasa empuk.

IMG_6763
Shock KYB Zeto ZT-1070

Kedua, terlalu ringan sehingga tidak disarankan untuk kecepatan tinggi !

Entah, ini bisa jadi kelebihan dan kekurangan dari Vega ZR. Dengan sasisnya yang terlalu ringan, motor ini sangat tidak disarankan untuk kecepatan tinggi karena ban belakang sangat rawan selip ketika pengereman. Pelan aja ya pak…

Ketiga, motor tanpa fitur !

Ya maklum, sebagai motor bebek versi paket hematnya Yamaha, apa lagi fitur yang mau dijejali. Jadi memang, motor ini lebih ke arah fungsional daripada memanjakan usernya. Paling mentok fiturnya cuman bagasi di bawah jok yang hanya menampung mantel 1 set saja, hihihi.

Mungkin ini saja review yang bisa saya sampaikan. Untuk review penggantian ban menggunakan FDR Flemmo dan penggantian shock menggunakan KYB Zeto akan saya hadirkan di artikel terpisah.

Terima kasih. πŸ˜€

Oya kira-kira dikasih nama apa yak motornya ?

 

 

 

 

 

Advertisements

2 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s